Suharso Monoarfa
Kemarin tanggal 22 Oktober telah dilantik menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Suharso Monoarfa diangkat menjadi Menteri Negara Perumahan Rakyat dimana di periode sebelumnya rusunami merupakan program dari kementerian ini. Bagaimanakah profil menteri baru ini dan pandangan ataupun komitmen nya terhadap rusunami? Kami mencoba mengumpulkan data-data yang bisa didapatkan dari berbagai sumber. Berikut beberapa cuplikan data dan sumbernya:
Berikut sedikit cuplikan CV beliau yang didapat dari http://politik.vivanews.com/news/read/1832-h__suharso_monoarfa
A. DATA PRIBADI
Nama Lengkap & Gelar : H.Suharso Monoarfa
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Tempat & Tanggal Lahir : Mataram, 31-Oktober-1954
Agama : Islam
Status Pernikahan : Menikah
Nama Istri/Suami : Carolina Kalulu
Pekerjaan Istri/Suami : Ibu Rumah Tangga
Jumlah Anak : 2 (dua) Orang
D. RIWAYAT PENDIDIKAN
1 SMAN 1 Malang
2 Akademi Pertambangan & Geologi Bandung 1973
3 TARPADNAS Angkatan II Lemhannas1985
4 Asia Business Consultans, TQM Training, Singapura 1991
5 Persiapan Kandidat Doktor Ph.D di Curtin University Of Tecnology, Pert Australia
E. RIWAYAT PEKERJAAN
1 Kom.Utama PT Argo Utama Global 1999-2002
2 Dir. PT Bukaka Telekomindo Int. 1997-2000
3 Komisaris PT Batavindo Kridanuisa 1996-2000
4 Direktur Nusa Konsultan 1988-1982
5 Gen Manager PT First Nabel Supply 1981-1982
6 Direktur Penerbitan IQRO Bandung 1979-1981
G. PENGALAMAN/JABATAN PADA ORGANISASI
1 Ketua Dep. Kegiatan Masyarakat DM ITB 1976-1977
2 Anggota Pendiri Koperasi Pemuda Indonesia 1980-1986
3 Ketua Presidium HPMI Gorontalo 1980-1986
4 Sekertaris Badan Kontak Pemuda Koperasi DEKOPIN 1984-1986
5 Pengurus Perkumpulan Gorontalo LAMAHU 1992-1997
6 Anggota Majelis pakar DPP PPP 1999-kini
Bagaimana pandangan beliau tentang rusunami? Belum banyak pernyataan beliau, karenanya belum banyak juga keterangan yang bisa didapatkan. Dalam pidato pelantikannya namun beliau menyebut rusunami seperti dibawah ini yang kami cuplik dari http://www.kemenpera.go.id/detail_brt.asp?id=649
Terkait permasalahan land bank atau ketersediaan lahan, dirinya menjelaskan bahwa hal itu perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Pasalnya, dengan semakin meningkatnya harga tanah, maka pemerintah ke depan juga harus memiliki cadangan tanah yang dapat diperuntukkan untuk pembangunan perumahan.
“Tidak mungkin di Jakarta yang harga tanahnya mahal kita bangun Rusunawa atau Rusunami untuk orang-orang yang daya belinya rendah. Karena itu harus ada pencadangan tanah. Oleh karena itu mestinya semua daerah harus mempunyai cadangan tanah untuk perumahan, dan ini terkait dengan perencanaan kota,” terangnya.
- Menu:

