April 2008

Rusunami Salah Sasaran

Belum jelasnya kebijakan terkait kepemilikan rumah susun sederhana milik (rusunami) telah memicu aksi beli oleh konsumen untuk tujuan investasi. Alih-alih dijual kepada pengguna langsung, proyek itu malah diburu oleh kalangan investor.

Sepatu Bata Lego Aset di Kalibata

JAKARTA - PT Sepatu Bata Tbk (BATA) akan menjual seluru aset miliknya yang berada di Kalibata, Jakarta Selatan. Dana hasil transaksi itu, akan digunakan sepenuhnya untuk pengembangan pabrik di Purwakarta.

"Kami telah melakukan analisa bisnis untuk menjual seluruh aset di Kalibata kepada PT Pradani Sukses Abadi (PSA)," kata Presiden Direktur Sepatu Bata Fernando Garcia dalam laporannya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/4/2008).

Rusunami Daerah Terkendala Izin

Soal izin di daerah masih menjadi kendala dalam pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di kota-kota besar sehingga perlu koordinasi lagi ke depan antara pusat dan daerah.

Regulasi Kepemilikan Rusunami Akan Diperketat

Kementerian Negara Perumahan Rakyat akan membuat aturan-aturan kepemilikan rusunami secara lebih ketat. Aturan dibuat agar kepemilikan rusunami jatuh ke tangan yang berhak, yakni masyarakat lapisan menengah bawah.

"Sekarang kita bangun dahulu rusunami, setelah berdiri maka sambil ber jalan aturan-aturan yang ada mengenai rusunami akan diperketat," kata Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari, Kamis (10/4), saat membuka Pameran Hunian Bersubsidi 2008, di Balai Kartini, Jakarta

Rusunami Makin Diminati

Minat masyarakat untuk memiliki rumah susun sederhana milik (Rusunami) saat ini semakin meningkat. Terbukti dalam penyelenggaraan "Pameran Hunian Bersubsidi" yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, 10-13 April 2008, animo pengunjung terhadap Rusunami atau apartemen rakyat bersubsidi ini begitu besar.

Rusunami, Hunian untuk Rakyat

Nirwono Joga

Momentum pembangunan rusunami mendapat sambutan positif dari pemerintah, pengembang (besar) dan masyarakat menengah bawah. Bila rencana 1.000 menara rusunami ditargetkan selesai dibangun pada tahun 2011, maka Perum Perumnas dan pengembang dikejar target membangun 250 menara setiap tahun.